Showing posts with label akademi berbagi ambon. Show all posts
Showing posts with label akademi berbagi ambon. Show all posts

Wednesday, April 6, 2011

Membumikan Gerakan Sosial di Ambon (sedikit ttg 1st class #akberambon)

  Gerakan sosial media yang dibangun secara online di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia telah menjadi fenomena baru. Simak saja, gerakan sosial Koin untuk Prita dan Koin untuk perubahan yang telah menuai kesuksesan. Lantas, bagaimana dengan gerakan sosial melalui jejaring sosial media di Maluku, khususnya Ambon?

laporan oleh : Rifky santiago (arumbai blogger community)

 “apa itu sosial media dan mengapa kita harus peduli?”




Kalimat ini dilontarkan M. Burhanudin Borut ketika menjadi fasilitator pada kelas perdana Akademi Berbagi Ambon (Akber Ambon) yang digelar, 25 Maret 2011. Borut kemudian melanjutkan, bahwa sosial media merupakan aktivitas online nomor satu di dunia menggeser akses konten porno dan layanan surat elektornik pribadi atau personal email.
“setidaknya ada 10 alasan mengapa kita harus peduli pada sosial media sekarang ini. Salah satu alasan yang cukup signifikan, bahwa 2/3 populasi pengguna internet di dunia mengunjungi sosial media,” jelas Borut yang juga aktivis Ambon Bergerak ini.
Borut kemudian melanjutkan dengan sebuah pertanyaan yang menarik. Bagaimana dengan pengguna sosial media di Ambon?

“Hampir 25 sampai 29 persen penduduk kota Ambon di usia aktif pengguna soc med (17-35 thn) menggunakan Facebook. Sementara untuk pengguna Twitter , kota Ambon meraup 0,35 persen dari pengguna aktif di Indonesia. Ini jika asumsi 0,3 persen pengguna Facebook dan Twitter di Ternate sama dengan di Ambon,” terang Borut, mengutip sumber saling-silang.com yang kerap melakukan penelitian tentang pengguna internet aktif di Indonesia.
Menurut Borut, Perkembangan teknologi yang makin tinggi dan makin murah mendorong kecenderungan manusia berkomunikasi dan menciptakan identitas-identitas tertentu lewat media tekhnologi online. Lebih dari itu, sosial media juga memberi kemudahan menjangkau lebih banyak orang dengan waktu yang lebih singkat & transparansi.

“dengan pengguna lebih dari 100 ribu untuk akun aktif facebook dan 17 ribu untuk pengguna twitter, ada potensi yang sangat besar untuk memanfaatkan sosial media sebagai sarana membangun gerakan dan menjangkau lebih banyak orang secara efektif di ambon. Dan ini masih bisa bertambah,” ungkapnya.

Dari paper yang dipresentasikan Borut terlihat beragam penggunaan sosial media di Ambon, seperti sosial media untuk pergerakan, sosial media sebagai tempat berkumpul komunitas tertentu dan sosial media sebagai sarana pemasaran produk lokal.
“sisanya, ya kita-kita ini. Penggunna alay, ababil dan pencari teman. Sudah saatnya kita menjadikan sosial media sebagai sebuah base untuk menghimpun ide dan gagasan dalam menanggapi masalah-masalah sosial,”

Menanggapi hal ini, Suhfi Majid, Ketua Komisi D DPRD Maluku, yang turut hadir dalam kegiatan ini menjelaskan, trend perkembangan teknologi informasi memang membawa pengaruh besar terhadap model komunikasi masyarakat. Pemanfaatan jejaring sosial media menjadi tren baru di belahan dunia termasuk di Ambon.
“internet telah menghasilkan revolusi komunikasi masyarakat. dan jejaring media sosial memberi sumbangsih terhadap revolusi komunikasi,” ujar Majid, yang juga seorang blogger aktif.

Blog dan Gerakan Sosial
Almascatie, penggagas Komunitas Blogger Maluku yang juga salah seorang fasilitator pada kelas Akber Ambon menjelaskan, fenomena-fenomena gerakan yang dibangun melalui sosial media selalu didominasi oleh blog. Dirinya menyebutkan setidaknya ada lima fase dimana gerakan sosial media diorganisir melalui blog.

“Fase pertama, dimulai pada 2006. Gerakan sosial media melalui blog ini digelar untuk mengkampanyekan penghentian pungli oleh dokter. Kampanye ini dibuat masih berupa himbauan dari tulisan pribadi dengan tulisan dan sedikit gambar, di bawah slogan ‘Dokter Jangan Pungli’. Fase kedua masih sama walau dengan isu yang berbeda. Nah, setelah fase ketiga, gerakan sosial ini berbuah menjadi sebuah gerakan nyata, meski diorganisir melalui dunia maya. Contohnya kampanye koin untuk kasus prita dan koin untuk perubahan, “ jelasnya.

Menurut Almascatie, blog sebagai sosial media, memungkinkan terjadinya interaksi antara pembaca dan pembuat blog. sehingga Informasi yang disampaikan akan langsung direspon, ditambahi, dikoreksi dan diperkaya oleh orang lain. “tapi pengaruh buruknya juga banyak. Penyalahgunaan fungsi dan penyebab banyaknya sampah digital merupakan pengaruh buruk yang cukup signifikan hingga kini”, katanya.

Dalam konteks lokal, Almascatie menilai, pengunaan blog sebagai gerakan sosial yang berdampak positif bagi Ambon masih sangat minim. Hal ini dibuktikan dengan hasil pencarian melalui search engine google dengan menggunakan keyword ‘ambon’
“kalau mengetik kata kunci ‘ambon’ di mesin pencari google kita akan menemukan sesuatu yang aneh disana. Kerusuhan Ambon sudah terjadi sekitar 12 tahun lalu, tapi di internet masih menyarankan pencarian tentang Kerusuhan Ambon,” sesalnya.

@almascatie kemudian mengusulkan kepada masyarakat Maluku khususnya Ambon agar mengisi konten internet mereka dengan gambar atau tulisan yang berkaitan dengan keindahan ambon. “Dengan banyaknya konten lokal tentang Ambon/Maluku di Internet diharapkan mampu mendorong hal-hal yang berbau kerusuhan / tragedi berdarah itu bisa terdorong sampai ke halaman akhir dari Google atau mesin pencari lain” ungkapnya.

Dari Maya ke Dunia Nyata

Walau bekerja, menggorganisasikan pikiran dan pendapat serta pengalaman melalui sosial media secara online, esensi sebuah gerakan tetaplah sebuah tindakan nyata. Hal ini dibenarkan oleh Burhanudian Borut, “integritas sebuah gerakan, bukan hanya di sosial media. Tapi yang terutama adalah dalam kehidupan nyata. jadi, selalu coba untuk rekonek dengan sesama pengguna sosial media di dunia nyata. Contohnya seperti bikin kopi darat (kopdar)”. Ungkapnya. Senada dengan Borut, Suhfi Majid menerangkan, pada saatnya komunitas-komunitas yang berbasis di dunia maya ini, perlu memperluas ruang gerak pada aksi nyata dan ide-ide yang lebih besar.

“ide memperkenalkan Maluku dengan potensi pariwisatanya, aman untuk investasi dan ide besar lainnya, sangat mungkin dapat dipromosikan lewat jejaring sosial, karena jangkaunnya tanpa batas”. Majid juga mengharapkan agar pemerintah daerah mengapresiasi gerakan-gerakan melalui sosial media yang terjadi di Maluku. “Selayaknya pemerintah daerah memberikan apreasiasi terhadap mereka. Bahkan bisa dijadikan sebagai mitra mempromosikan Maluku,” harapnya.
read more "Membumikan Gerakan Sosial di Ambon (sedikit ttg 1st class #akberambon)"

Wednesday, March 23, 2011

Kelas Gratis Akademi Berbagi dibuka di Ambon

 " klik gambar untuk memperbesar flyer bila kurang jelas "

Dengan  semangat yang luar biasa, kini kelas Akademi Berbagi akhirnya dibuka di Ambon. Setelah mengikuti aktifitas Akademi Berbagi melalui Twitter yang awalnya hanya dilaksanakan di Jakarta dan sekitarnya kini tiba waktunyaa kota – kota lain mengambil peranan yang sama. Maluku (Ambon.red) mulai april nanti akan menjadi salah satu kota yang menjadi bagian di dalamnya. 

 Akademi Berbagi sebagai sebuah gerakan sosial di mulai melalui social media dengan tujuan sederhana yaitu membagi informasi menyangkut ilmu kepada siapapun yang berminat dan lebih dari itu adalah sebagai upaya untuk semakin meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Sebagai kelas yang diperuntukan untuk berbagi ilmu dan pengalaman Akademi Berbagi adalah kelas gratis dimana pematerinya tidak dibayar dan partisipannya tidak dipungut biaya.

Sejak awal tahun ini akademi berbagi telah melebar ke seantero nusantara seperti Medan, Surabaya, Bandung, Semarang dan kota – kota lain. Di Ambon, dengan semangat Ambon Bergerak beberapa teman – temanpun akhirnya menerima kesempatan layaknya teman–teman di kota–kota lain untuk menjadi volunteer guna membuka daan menjalankan kelas Akademi Berbagi di Ambon.

 Seperti di Jakarta dan kota-kota lain di seluruh indonesia kelas Akademi Berbagi di Ambon (#AkberAmbon) akan dimulai sejak maret ini, juga akan menjadi tempat belajar dan membagi informasi melalui kelas-kelas pendek yang dibawakan oleh para ahli dan praktisi profesional di bidang masing – masing, (lokal dan nasional) sesuai dengan kelas – kelas yang akan diadakan. 

Pilihan untuk tidak hanya menghadirkan pemateri nasional namun juga lokal dari kalangan praktisi, dan profesional di kelas akademi berbagi ambon ini, tidak lain adalah upaya untuk memaksimalkan potensi dan memberikan kepercayaan kepada praktisi-praktisi profesional termasuk orang-orang muda ambon. Tokh profesional dan praktisi pada tingkat lokal juga memiliki pengalaman dan ilmu untuk dibagi.

Kelas Akademi Berbagi atau yang disingkat dengan #AkberAmbon akan dilaksanakan mulai Jumat 25 Maret 2011, pukul 14.30 WIT di Plasa Telkom - Talake dengan materi perdana Social Media Management: Membangun Gerakan melalui Social Media. Setiap bulannya Akber Ambon akan melaksanakan berbagai kelas dengan pemateri baik lokal maupun nasional.
Ayo dukung semangat ini dan terlibaat didalamnya. Menjadi kekuatan besar adalah dengan berkumpul bersama dan saling berbagi kemampuan. Dari timur Indonesia, Ambon Bergerak bersama Akademi Berbagi. Berbagi memang bikin hepiiiiiii !  

#admin
--------------------------------------------------------- 


Info Pendaftaran

Contact person :

Irfan 08134346220 – via Twitter Follow @iphankdewe

http://akademiberbagi.blogdetik.com/ - via Twitter Follow @akademiberbagi

Facebook #AmbonBergerak http://www.facebook.com/AmbonBergerak - via Twitter @ambon_bergerak

 Nb. April ini akan ada pembicara Nasional di kelas akademi berbagi ambon
read more "Kelas Gratis Akademi Berbagi dibuka di Ambon"